Jumat, 11 Juni 2010
Pesan singkat dari orang 'Ngapak'
Betapa akehe wong nang dunia kie sing menderita, entuk cobaan dan ujian . urung maning wong sing setiap saat kudu nahan himpitan urip. Siki wis tiba waktune koe ndeleng awakmu mulia karo wong wong sing kena musibah karo cobaan. Wis tiba waktumu go nyadari bahwa urip nang dunia merupakan penjara go wong wong mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Isuk isuk, istana kehidupan kebek sesek karo penghunine, tapi nek arep sore istana istana kue ambruk dadi reruntuhan. Ndeanne siki awake tesih prima, awake tesih seger, harta melimpah, tapi nang itungan dina bae bisa dadi kere hore, kematian bisa teka secara jlegedug, perpisahan sing ora bisa dihindarna dan lara sing tiba tiba menyerang.
Apike njenengan nyiapna bae kaya kesiapan seekor onta berpengalaman sing arep ngiringi koe njelajah padang sahara. Bandingna penderitaanne koe karo penderitaanne wong wong nang sekitarre njenengan dan wong wong seurunge njenengan, niscaya koe percaya bahwa sebenerre koe lewih beruntung nek dibandingna karo sing lianne. Bahkan mungkin koe bisa ngrasakna nek penderitaanne koe kue kur duri duri cilik sing ora ana artinne. Maka, panjatna segala pujian karo Gusti Alloh atas kabeh kebaikanNya kue, bersyukurlah kepadaNya, atas kabeh sing wis diwekna go koe, bersabarlah atas apa sing wis di jukut nang Gusti Alloh, dan yakinni bae kemuliaane koe karo wong wong sing kena musibah
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan bermacam macam cobaan”. NB> nek ora salah surat kue ana nang Al Quran, tapi inyong kelalen jeneng suratte karo ayate
Bahasa Indonesianya kayak gini. . .
Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para Penerima Cobaan!
Kamis, 10 Juni 2010
Indonesia Raya
Tidak ada panas yang terlalu, tidak ada dingin yang terlalu. Semuanya tenang, tenang, tenang, gemah ripah loh jinawi adem ayem toto titi tentrem kerto tur raharjo. Tapi sodara sodara adem ayem tenang toto titi tentrem, bukan makan bayem. Tapi apakah kita ingin menjadi Negara yang tenang seperti itu meskipun harga pangan naik? Tapi apakah kita pengin menjadi Negara yang tenang tenang adem ayem menghanyutkan seperti itu meskipun sekolah semakin mahal? Tapi apakah kita akan terus menjaga ketenangan itu sementara human trafficking semain tinggi? Jangan!! Jangan jadikan Indonesia seperti itu. Kita akan menjadi bangsa yang dipukul hancur lebur terkapar kapar babak belur hancur, bangkit kembali! Dipukul terkapar kapar terseok babak belur remuk redam, bangkit kembali! Dipukul hancur lebur, bangkit kembali! Bangkit kembali!
Memang Negara ini sedang sakit, obatnya adalah kesungguhan kerja, kerja yang keras, dan rasa cinta pada bangsa dan Negara. Ini yg saya tak melihat lagi pada diri anak bangsa.Nasionalisme di Negara ini telah hilang, yang ada itu cuma saling menghina saling caci maki pada Negara sendiri, sementara itu mereka bangga pada Negara lain. Kenapa mereka saling menyalahkan. Ini negaramu ini bangsamu. Jika mendapatkan pin merah putih, tancapkanlah sampai ke jantungmu, katakanlah bahwa kau cinta bangsa ini, katakanlah bahwa kau cinta negeri ini. Kita harus sadar, bahwa kita semakin dihina, kita semakin dikecilkan, selalu dimanfaatken Negara dan bangsa lain. Ingatlah bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang selalu memperjuangkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Negeri kita ini memang masih susah, tapi jangan menyerah masih ada waktu untuk merubahnya. Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia tercinta. Status jabatan pendidikan percumah tidak ada artinya tanpa mental dan jiwa yang besar. Karena kamu, kamu, kamu, kita semua lahir dinegara yang besar, bangsa yang berjiwa dan bermental besar, kemerdekaan bangsa ini direbut dengan darah, darah para pejuang, termasuk darah kakek atau bapakmu. Jadi kemerdekaan ini, bukan diberi, bukan gratisan.
Ingat, jika suatu saat nanti kamu menjadi pemimpin, baik pemimpin apapun, sekalipun menjadi pemimpin keluarga, kamu harus tetap adil. Marilah kita bangun jiwa kita, marilah kita bangun mental kita dan katakan kita yakin, bahwa kita mampu mengatasi kesulitan ini. Jangan menangsi, jangan lemah, jangan meminta minta. Sadarkan diri kita bahwa kita bangsa yang besar, pantang menyerah, bersatulah jangan saling menyalahkan, jangan saling menjatuhkan, karena kita saudara, karena kita adalah Indonesia.
Ibu Pertiwi, , , tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan, tempat dimana kita hidup dan dihidupkan, tempat dimana kita tumbuh dan berkembang, tempat dimana kita menggantungkan harapan untuk anak cucu kita. PADAMU NEGERI JIWA RAGA KAMI