Innallaha la yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiruu maa bi anfusihimm, , MAN JADDA WAJADA..!! haritriatmojogja Pak Tua: Pria dan wanita sebenarnya diciptakan untuk saling mendukung, bukan untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Manusia tidak ada yang sempurna, begitupun dengan laki-laki, ada kelebihan juga ada kelemahan, wanita juga demikian. Maka dengan masing-masing jenis ini ada kelemahan dan kekurangan, maka terbentuknya perbedaan jenis ini adalah untuk keduanya saling melengkapi atau menutupi kekurangan yang ada pada diri masing-masing baik pada wanita maupun pada pria. Wanita diciptakan dr tulang rusuk pria sebagai "mitra" . Dlm kehidupan, posisi mereka sejajar

Selasa, 30 Agustus 2011

wanita dalam Islam

Kaum 'feminis' bilang susah jadi wanita (islam), lihat saja peraturan2 berikut ini:
1.Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki
2.Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya
3.Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4.Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5.Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6.Wanita wajib taat kpd suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya
7.Talak terletak ditangan suami, bukan istri
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”. tapi Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ? yuk kita simak kenyataannya...
1. benda yg mahal harganya akan dijaga & dibelai serta disimpan ditempat yg teraman & terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita
2. Wanita perlu taat kpd suami, tetapi bukankah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kpd bapaknya
3. Wanita mnerima warisan lbh sdikit dr pada laki2, tetapi tahukah harta itu mjd milik pribadinya & tdk perlu diserahkan kpd suaminya? Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anak
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung & melahirkan anak, tp tahukah bhw setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk,malaikat dan seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini? & tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya
5. diakhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4 wanita: Istrinya, ibunya, anak perempuannya & sodara perempuannya. Artinya, bagi seorang wnita tanggung jwb terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki: suaminya, ayahnya, anak lelakinya & saudara lelakinya.
6. Seorang wanita blh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya. cukup dngn 4 syarat saja, syaratnya yaitu :sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

Kenapa di dalam Al-Qur'an ada surat An-Nisa'(perempuan),tapi tidak ada surat Ar-Rijal(laki-laki)?
Masya Alloh. Demikan sayangnya Allah pada wanita

#www.twitter.com/gadisberjilbab <<--- monggo di Follow :)

Senin, 29 Agustus 2011

kenduri cinta

Bisakah luka yg teramat dalam ini akan sembuh, bisakah kekecewaan bahkan keputus asaan yang mengiris iris hati berpuluh puluh juta saudara kita ini pada akhirnya nanti akan kikis. Adakah kemungkinan kita akan bisa merangkak naik kebumi dari jurang yang teramat curam dan dalam. Akankah api akan berkobar kobar lagi, akankah asap akan membumbung tinggi dan memenuhi angkasa tanah air. Akankah kita semua akan bertabrakan lagi satu sama lain, jarah menjarah satu sama lain dengan pengorbanan yang tidak akan terkirakan. Akankah kemungkinan kita tahu apa yang sebenarnya sedang kita jalani, bersediakah kita sebenarnya tahu persis apa yang sebenarnya kita cari, cakrawala yang manakah yang menjadi tujuan sebenarnya dr langkah2 kita. Pernahkah kita mencoba menyesali hal hal yg barangkali memang perlu disesali dr perilaku perilaku kemarin. Bisakah kita menumbuhkan kerendah hatian kita dibalik kebanggaan kebanggaan. Masih tersediakah ruang didalam dada kita dan akal kepala kita untuk sesekali berkata diri kita sendiri bahwa yg bersalah bukan mereka, tetapi diri kita. Masih tersediakah peluang didalam kerendahan hati kita, untuk mencari apapun saja yang kira kira kita perlukan meskipun barangkali menyakitkan diri kita sendiri. Mencari hal hal yang kita butuhkan supaya sakit, sakit, sakit kita ini benar benar sembuh total, sekurang kurangnya dengan perasaan sportif bahwa yang perlu disembuhkan bukan yang diluar diri kita tetapi didalam diri kita. Yang perlu kita utamakan adalah penyembuhan diri, yang kita yakini bahwa yang harus disembuhkan justru adalah segala sesuatu yang berlaku didalam hati dan akal pikiran kita.
Saya ingin mengajak engkau semua memasuki dunia Ilir Ilir. . . .
Lir ilir tandure woh sumilir, tak ijo royo royo tak senggo temanten anyar

. . . Kanjeng sunan seakan akan baru hari ini bertutur kepada kita tentang kita, tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri namun tak kunjung sanggup kita mengerti. Sejak lima abad silam syair itu telah ia lantunkan dan tidak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah faham. Padahal kata kata beliau itu mengeja kehidupan kita. Sejarah sebuah negeri yang puncak kerusakaanya terletak pada ketidak sanggupan para penghuninya untuk memahami letak kerusakan. Menggeliatlah dari matimu, tutur sang sunan. Siumanlah dari berpuluh puluh tahun, bangkitlah dari nyenyak tidur panjangmu, sungguh negeri ini adalah penggalan syurga. Syurga seakan akan pernah bocor dan mencipratkan kekayaan dan keindahannya. Dan ciprataan itu bernama INDONESIA RAYA. Kau bisa tanamkan benih kesejahteraan diatas kesuburan tanahnya yg tidak terkiraan. Tidak mungkin kau temui makhluk Tuhan kelaparan ditengah hijau bumi kepulauan yang bergandeng gandeng mesra. Bahkan bisa engkau selenggarakan dan rayakan pengantin pengantin pembangunan lebih dr yg bisa dicapai negeri lain manapun. Namun kita tidak mensyukuri sepenggal rahmat syurga ini. Kita telah memboroskan anugerah Tuhan ini dengan bercocok tanam ketidak adilan dan panen panen kerakusan. Alam Raya ini bukan titipan orang tua, namun kita pinjam dr anak cucu kita. Ramadhan adalah bukan puncak dr ibadah, ramadhan bukanlah dr akhir, namun ia adalah pondasi, ia adalah sebagai bekal dimana kita akan melanjutkan perjalanan hidup di waktu setelahnya.


sumber: Cak Nun aka Emha Ainun Najib

Minggu, 28 Agustus 2011

Islam tidak butuh Pembela Islam

Banyak orang yang ngomong Ramadhan bulan penuh hikmah penuh rahmat, saya dan teman di sekelilingku pun meng iyakan. Pagi siang sore malam sepanjang waktu hanya ada keindahan. Tuhan mengurung iblis di penjara paling abadi, didunia kita hanya hidup bersama para malaikat yg diutus Tuhan untuk memberi kebahagiaan untuk umat manusia. Saya yakin Baginda Nabi Muhammad pun tersenyum manis, melihat pengikutnya dg khusyuk menikmati Ramadhan. Apalagi cerita Ramadhan di Indonesia, wuiiihhh menarik selalu untuk di ceritakan. Ramadhannya Indonesia selalu ada cerita menarik. Sepak bola. Para pemain timnas kita rela ninggalin keluarga demi pengabdian pada Ibu Pertiwi. Masyarakat yg lain buka puasa, sahur dan traweh bersama keluarga, tp tidak dg para Garuda. Mereka dg semangat 45 lari pontang panting di lapangan hijau demi mengibarkan Merah Putih di negeri orang, menang kalah dlm sepak bola itu urusan ke sekian, tp yg paling terpenting bagi mereka adalah Pengabdian Untuk Negeri. Sungguh indah cara Pemuda Garuda itu terbang di ramadhan, Jazzakalloh Khairan, God Bless U.
Indonesia adalah Negara yg berdaulat. Dari dulu sampai sekarang Republik ini memiliki aparat keamanan, TNI Polri. Namun saya heran dg mereka. TNI Polri memiliki otoritas dan dilindungi hukum, tp mereka tidak berkutik ketika ada ormas berjubah mengobrak abrik Indonesia dan mencemarkan Islam. Sy sbg Orang Indonesia dan Islam (insya Alloh) sungguh sedih melihat ini. Saya tahu ocehan fesbukers, pengguna twitter dan media lainnya takkan mampu menghentikan keanarkhian ormas tersebut lha wong Negara aja gag berani kok  . Ramadhan adalah bulan dimana hanya ada senyuman Indonesia yg ingin saya lihat. Namun ormas berjubah itu memporak porandakan keinginanku. Mereka selalu berkilah demi tegaknya ajaran Tuhan, membuat kerusuhan dg mengucapkan takbir. Fungsi takbir bukan untuk mencemarkan Islam. Islam adalah rahmatan lil alamin, ketahuilah itu. Tak malukah kalian dg para Pemuda Garuda wahai ormas berjubah?? Ulah kalian membuat Ramadannya Indonesia kurang sempurna. Di bulan kemerdekaan knapa kalian bikin perang? Ini bulan puasa duhai ormas berjubah, apakah kalian tidak tahu?? Sy berdoa, smg Tuhan kalian memaafkan kalian, smg kalian lekas diberi kesehatan. ISLAM TIDAK AKAN HANCUR, ISLAM TIDAK BUTUH PEMBELA, TP KITA LAH YG BUTUH ISLAM.

Kamis, 25 Agustus 2011

Masukan Teman

berikut ini adalah masukan dr temen2ku. cuma sedikit yg keinget krn otak ane memorinya sedikit, heuheu.


Bachtiar N Nugroho: sekripsi itu ibarat iman seseorang, semangatnya pasti naik turun. tp kalo udah kelar, nikmatnya kaya lg lebaran.

Hamim Tohari: golek bojo seng rupane biasa wae, ben rak dadi pergunjingan wong. golek bojo seng ayu imanne.

Arif Wibowo Kurniawan: Di dunia kita memilih, di akherat kita terpilih.

Raihan El Fakhri: apapun keadaannya, hidup ini indah begini adanya. apapun yg terjadi, sesungging senyum bisa menenangkan diri.

Mardhiyah Diniy: wanita berjilbab itu bukan kesiapan hati, namun kewajiban diri. kalo nunggu kesiapan, dan ternyata gak siap siap, kapan pake jilbabnya.

Gindah Ratu Priyasa: Manusiakan Manusia

Agung Tri Bintoro: wanita itu tulang rusuk pria

Bono Ariyadi: manfaatkan/ pergunakan bantuan dr orang tua sebaik mungkin, jgn kecewakan mereka

VLRaharjo: teng Jogja ampun pecicilan, anteng

Maulida Helmi Isnaeni: katakan yg sebenarnya, walau pahit

ryowibowo: identitas ke Oi an kita ada di hati

Kembang Dari Tuhan

Hujan air mata dr pelosok negeri, saat melepas engkau pergi. Ramadhan wahai Ramadhan, bencikah dirimu padaku sehingga secepat ini pergi?? Aku belum puas menikmatimu, aku masih ingin bersenda gurau dan ngobrol panjang lebar denganmu. Kenapa buru buru pergi, duduk dulu sebentar lg wahai Ramadhan. Mari kita ngopi dan gitaran dulu duhai Ramadhan. Aku ingin membicarakan tentang negaraku Indonesia, aku ingin membicarakan ttg Islam, aku ingin membicarakan ttg gadis gadis, aku ingin membicarakan ttg kuliahku yg macet, bukankah itu bahan obrolan yg asik kan Ramadhan?? Masjid hidup, lantunan ayat ayat suci Al Quran mendengung membisingkan isi bumi, orang2 berlomba lomba untuk bersodaqoh, fasta biqul khoirot, aku terlalu lunglai dg ini semua, kau hebat Ramadhan. Namun sungguh kuinging melihat kehebatanmu lebih lama lagi, kurasakan ku jatuh cinta denganmu Ramadhan. Rabb, ijinkan hambamu yg jelek ini mencintai Ramadhanmu yg begitu anggun. Bukan aku tak mau bertemu dg Syawal, namun kecantikanmu telah menggilakan hati dan otakku. Ketika ku akan melukis tentangmu, kuas yg akan kupakai patah. ketika aku akan menulis tentangmu, pensilku tak bisa kutarikan. Senyummu selalu menggodaku agar aku menemui dg Pencipta kita, nyanyianmu selalu mengiringi ketika aku beraktifitas, hangatmu selalu menyelimuti istirahatku, wangimu ada disetiap udara yg aku tarik. Kau tak bisa dilihat, kau tak bisa dibelai, namun kau selalu memelukku dan sodara2ku yg lain, padahal hati ini ingin sekali mengecup keningmu, ingin kupegang erat tanganmu tuk kuajak berjalan disisa hidupku. Apa yg bisa kuberikan setelah kau pergi?? Kuyakin kau tak ingin aku menangis akan kepergianmu, ku juga yakin kau tak ingin ku membedakanmu dg bulan yg lain. Bagiku, kau adalah satu dr sekian banyak keindahan Maha Karya Alloh. Waktu dimana muslimin hanya bisa merasakan bahagia krn Alloh, dan menangis meminta pengampunan dr Alloh, Sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Duhai Ramadhan yang cantik selagi wangi, bentar lagi kita akan berpisah, sampaikan salamku untuk Alloh Swt, sampaikan salamku untuk Baginda Nabi Muhammad, sampaikan salamku untuk para sahabat, sampaikan salamku untuk sodara2ku yg sedang menari dan bernyanyi bersama para penghuni surga. Ramadhanku sayang, sampaikan pada pemilik hidup ini, saya ingin berjumpa denganmu tahun depan. Sampaikan pula ke Dia agar pakaianku semakin rapi selepas kau pergi. Dalam kuharap, engkaupun masih mjd Ramadhan yg selama ini kukenal. Janganlah kau berubah, walau ku yakin kau tak akan merubah sifatmu  Islam I Love U, kulo tresno dateng Panjenengan Alloh Swt, Muhammad guruku I miss u so. *kecup satu satu
MOJO: . . . "Jangan ada orang Indonesia seorangpun yang menghendaki masyarakat yang tidak adil dan makmur. Jangan ada seorang Indonesia pula, satupun jangan, yang menghendaki satu masyarakat yang berdasarkan sistem memiskinkan dan membodohkan, hentikan exploitasi wanita dan anak anak. Jangan kita perdebatkan hal itu lagi. Demikian pula doa ku kepada Allah SWT sebenarnya…"