Tidak ada panas yang terlalu, tidak ada dingin yang terlalu. Semuanya tenang, tenang, tenang, gemah ripah loh jinawi adem ayem toto titi tentrem kerto tur raharjo. Tapi sodara sodara adem ayem tenang toto titi tentrem, bukan makan bayem. Tapi apakah kita ingin menjadi Negara yang tenang seperti itu meskipun harga pangan naik? Tapi apakah kita pengin menjadi Negara yang tenang tenang adem ayem menghanyutkan seperti itu meskipun sekolah semakin mahal? Tapi apakah kita akan terus menjaga ketenangan itu sementara human trafficking semain tinggi? Jangan!! Jangan jadikan Indonesia seperti itu. Kita akan menjadi bangsa yang dipukul hancur lebur terkapar kapar babak belur hancur, bangkit kembali! Dipukul terkapar kapar terseok babak belur remuk redam, bangkit kembali! Dipukul hancur lebur, bangkit kembali! Bangkit kembali!
Memang Negara ini sedang sakit, obatnya adalah kesungguhan kerja, kerja yang keras, dan rasa cinta pada bangsa dan Negara. Ini yg saya tak melihat lagi pada diri anak bangsa.Nasionalisme di Negara ini telah hilang, yang ada itu cuma saling menghina saling caci maki pada Negara sendiri, sementara itu mereka bangga pada Negara lain. Kenapa mereka saling menyalahkan. Ini negaramu ini bangsamu. Jika mendapatkan pin merah putih, tancapkanlah sampai ke jantungmu, katakanlah bahwa kau cinta bangsa ini, katakanlah bahwa kau cinta negeri ini. Kita harus sadar, bahwa kita semakin dihina, kita semakin dikecilkan, selalu dimanfaatken Negara dan bangsa lain. Ingatlah bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang selalu memperjuangkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Negeri kita ini memang masih susah, tapi jangan menyerah masih ada waktu untuk merubahnya. Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia tercinta. Status jabatan pendidikan percumah tidak ada artinya tanpa mental dan jiwa yang besar. Karena kamu, kamu, kamu, kita semua lahir dinegara yang besar, bangsa yang berjiwa dan bermental besar, kemerdekaan bangsa ini direbut dengan darah, darah para pejuang, termasuk darah kakek atau bapakmu. Jadi kemerdekaan ini, bukan diberi, bukan gratisan.
Ingat, jika suatu saat nanti kamu menjadi pemimpin, baik pemimpin apapun, sekalipun menjadi pemimpin keluarga, kamu harus tetap adil. Marilah kita bangun jiwa kita, marilah kita bangun mental kita dan katakan kita yakin, bahwa kita mampu mengatasi kesulitan ini. Jangan menangsi, jangan lemah, jangan meminta minta. Sadarkan diri kita bahwa kita bangsa yang besar, pantang menyerah, bersatulah jangan saling menyalahkan, jangan saling menjatuhkan, karena kita saudara, karena kita adalah Indonesia.
Ibu Pertiwi, , , tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan, tempat dimana kita hidup dan dihidupkan, tempat dimana kita tumbuh dan berkembang, tempat dimana kita menggantungkan harapan untuk anak cucu kita. PADAMU NEGERI JIWA RAGA KAMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar