Kamis, 25 Agustus 2011
Kembang Dari Tuhan
Hujan air mata dr pelosok negeri, saat melepas engkau pergi. Ramadhan wahai Ramadhan, bencikah dirimu padaku sehingga secepat ini pergi?? Aku belum puas menikmatimu, aku masih ingin bersenda gurau dan ngobrol panjang lebar denganmu. Kenapa buru buru pergi, duduk dulu sebentar lg wahai Ramadhan. Mari kita ngopi dan gitaran dulu duhai Ramadhan. Aku ingin membicarakan tentang negaraku Indonesia, aku ingin membicarakan ttg Islam, aku ingin membicarakan ttg gadis gadis, aku ingin membicarakan ttg kuliahku yg macet, bukankah itu bahan obrolan yg asik kan Ramadhan?? Masjid hidup, lantunan ayat ayat suci Al Quran mendengung membisingkan isi bumi, orang2 berlomba lomba untuk bersodaqoh, fasta biqul khoirot, aku terlalu lunglai dg ini semua, kau hebat Ramadhan. Namun sungguh kuinging melihat kehebatanmu lebih lama lagi, kurasakan ku jatuh cinta denganmu Ramadhan. Rabb, ijinkan hambamu yg jelek ini mencintai Ramadhanmu yg begitu anggun. Bukan aku tak mau bertemu dg Syawal, namun kecantikanmu telah menggilakan hati dan otakku. Ketika ku akan melukis tentangmu, kuas yg akan kupakai patah. ketika aku akan menulis tentangmu, pensilku tak bisa kutarikan. Senyummu selalu menggodaku agar aku menemui dg Pencipta kita, nyanyianmu selalu mengiringi ketika aku beraktifitas, hangatmu selalu menyelimuti istirahatku, wangimu ada disetiap udara yg aku tarik. Kau tak bisa dilihat, kau tak bisa dibelai, namun kau selalu memelukku dan sodara2ku yg lain, padahal hati ini ingin sekali mengecup keningmu, ingin kupegang erat tanganmu tuk kuajak berjalan disisa hidupku. Apa yg bisa kuberikan setelah kau pergi?? Kuyakin kau tak ingin aku menangis akan kepergianmu, ku juga yakin kau tak ingin ku membedakanmu dg bulan yg lain. Bagiku, kau adalah satu dr sekian banyak keindahan Maha Karya Alloh. Waktu dimana muslimin hanya bisa merasakan bahagia krn Alloh, dan menangis meminta pengampunan dr Alloh, Sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Duhai Ramadhan yang cantik selagi wangi, bentar lagi kita akan berpisah, sampaikan salamku untuk Alloh Swt, sampaikan salamku untuk Baginda Nabi Muhammad, sampaikan salamku untuk para sahabat, sampaikan salamku untuk sodara2ku yg sedang menari dan bernyanyi bersama para penghuni surga. Ramadhanku sayang, sampaikan pada pemilik hidup ini, saya ingin berjumpa denganmu tahun depan. Sampaikan pula ke Dia agar pakaianku semakin rapi selepas kau pergi. Dalam kuharap, engkaupun masih mjd Ramadhan yg selama ini kukenal. Janganlah kau berubah, walau ku yakin kau tak akan merubah sifatmu Islam I Love U, kulo tresno dateng Panjenengan Alloh Swt, Muhammad guruku I miss u so. *kecup satu satu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar