Indonesia Malaysia Bersaudara. Kehebatan efek media massa di Indonesia begitu mencengangkan, pembakar nasionalisme rakyat yg cukup signifikan, semoga itulah yg diharapkan media massa di Indonesia, yaitu menasionalismekan rakyat. Jika memang itu adanya, saya angkat topi untuk para pewarta. Namun, jika informasi yg mereka berikan hanya karena untuk merendahkan seseorang, sebutlah Presiden SBY, waduuuuhh ndeso! Sahabatku sebangsa setanah air, banyak pemberitaan di media massa di Indonesia yg melebaykan pemberitaan tentang hangat ademnya Malaysia dan Indonesia pasca penangkapan nelayan Malaysia (oleh Indonesia) dan penangkapan pejabat dinas kelautan (oleh pihak Malaysia). Saya melihat, hal tersebut (pelanggaran batas wilayah) akan sering terjadi, dikarenakan belum adanya perjanjian batas wilayah yang tegas. Dan saya kira bukan hanya nelayan Malaysia saja yg kerap masuk batas perairan kita tanpa ijin, di timur jauh Indonesia, beberapa kali nelayan kita di tangkap oleh pihak Australia dg perkara yg gag jauh berbeda.
Hal tersebut menjadi suatu kehebohan di negeri ini karena “pelakunya” adalah 2 negara yg pengaruhnya cukup besar di wilayah ASEAN, Indonesia dan Malaysia. Ya benar, dua Negara besar tersebut adalah pendiri ASEAN, bentengnya ASEAN, orang tuanya Negara ASEAN. Jangan sampai kedua Negara ini saling hancur menghancurkan hanya karena satu masalah yg sebenarya bisa diselesaikan secara kekeluargaan oleh mereka yg berjiwa arif lagi bijak. Mari kita pikirkan kembali, apakah TKI yg bekerja di Arab, yg disiksa, yang diperkosa, diexpose habis habisan oleh media kita?? Apakah sodara kita yg mjd sukarelawan ke Palestine dan kapalnya di serang Israel, pemberitaannya di lebaykan oleh media massa kita selebay konflik Ina Vs Mas?? Jika Ina berkonflik dg Negara lain seperti Australi, Singapura, Arab atau mungkin Amerika kenapa tidak di heboh hebohkan oleh media. . apa bedanya Negara Negara tersebut dg Malaysia?? Sadarlah bahwa Indonesia sbg bangsa yg besar pasti akan sering mendapat gangguan oleh Negara lain, bukan hanya dr Malaysia saja.
Sumber daya alam di kedua Negara tersebut sangat kaya, dan saya yakin membuat iri Negara lain. Dari zaman perang dg Belanda, kita Indonesia acap kali di adu domba dg sesame sebangsa, tujuannya adalah agar Indonesia terpecah belah, dan Indonesia mudah di kuasai. Menurut pemikiran Anda,apakah konflik antara Indonesia dan Malaysia adalah sebuah ketidaksopanan Malaysia terhadap Indonesia yg memang lahir dari Malaysia sendiri? Atau mungkin, Anda berpikiran bahwa ini semua adalah rekayasa adu domba oleh Negara yg tidak suka akan keharmonisan 2 negara besar tersebut?? Terserah anda menilai, tp janganlah narrow minded. Percayalah sodaraku se Indonesia, kita sedang di uji oleh Tuhan sbg Negara yg besar, sebagai Negara yg mulia, sebagai Negara yg Beragama. Ujian tersebut datang di bulan suci. Yakinlah bahwa sbenarnya Malaysia mencintai kita, menghargai kita. Jadikanlah momentum ini untuk menunjukan pada dunia, bahwa di jagad candradimuka ada Negara yg bernama: I N D O N E S I A ! ! Negara bermartabat yg berperikemanusiaan, Negara merdeka yg tidak mudah di adu domba
. . . saya berharap, jika kedua Negara tersebut berkonflik lagi, mendingan utamakan diplomasi elegan, dan hindari sejauh mungkin penyelesaian melalui perang yg bisa banyak memakan korban, banyak merugikan sector ekonomi dan membutuhkan biaya besar. Penyelesaian masalah secara modern ya dengan berunding, dg win win solution tentunya. Perang bisa saja, kalau memang untuk mempertahankan diri, dan menjaga harga diri tentunya. Seorang berjiwa besar adalah mereka yg menyelesaikan masalah bukan dg kekerasan, tapi dg sikap yg arif! Dan kita Indonesia adalah Negara yg berjiwa besar. Sebuah ketegasan tidak harus psywar.
#Indonesiaku adalah bangsa besar yg tidak mudah terprovokasi
#Indonesiaku adalah bangsa yg menjadikan perdamaian sbg hal yg utama
#Rakyat Indonesia adalah Rakyat yg mencintai bangsanya
#Indonesiaku adalah bangsa yg modern lagi elegan
#Indonesia adalah Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar