Yakini bae nek koe tetep mulia karo wong wong sing nrima cobaan. Ndeleng kiwa tengen, mbok koe ndeleng betapa akehe wong sing lagi entuk cobaan, dan betapa akeh wong sing algi kena bencana?? Telusurilah nang setiap umah mesti ana sing lagi merintih dan saben pipine wong pasti pernah teles nang banyu mripat. Sebenerre betapa akeh penderitaan sing kedaden, dan betapa akeh juga wong wong sing sabar hole ngadepine. So. . . koe dudu siji sijine wong sing entuk cobaan, bahkan mungkin bae penderitaan atawa cobaan koe ora seberapa nek dibandingna karo wong lia. Pira akehe wong nang dunia kie sing terbaring lara nang kasur bertahun tahun lan gur bisa mbalik mbalikna awake tok. . lalu merintih lara dan menahan nyeri. Pira akehe wong sing dipenjara selama bertahun tahun tanpa entuk cahaya matahari sekalipun, lan gur kenal jeruji jerujine tok. . pira akehe wong tua sing kelangan buah hatinya sing asih cilik cilik lan lucu lucu ato sing wis remaja penuh harapan.
Betapa akehe wong nang dunia kie sing menderita, entuk cobaan dan ujian . urung maning wong sing setiap saat kudu nahan himpitan urip. Siki wis tiba waktune koe ndeleng awakmu mulia karo wong wong sing kena musibah karo cobaan. Wis tiba waktumu go nyadari bahwa urip nang dunia merupakan penjara go wong wong mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Isuk isuk, istana kehidupan kebek sesek karo penghunine, tapi nek arep sore istana istana kue ambruk dadi reruntuhan. Ndeanne siki awake tesih prima, awake tesih seger, harta melimpah, tapi nang itungan dina bae bisa dadi kere hore, kematian bisa teka secara jlegedug, perpisahan sing ora bisa dihindarna dan lara sing tiba tiba menyerang.
Apike njenengan nyiapna bae kaya kesiapan seekor onta berpengalaman sing arep ngiringi koe njelajah padang sahara. Bandingna penderitaanne koe karo penderitaanne wong wong nang sekitarre njenengan dan wong wong seurunge njenengan, niscaya koe percaya bahwa sebenerre koe lewih beruntung nek dibandingna karo sing lianne. Bahkan mungkin koe bisa ngrasakna nek penderitaanne koe kue kur duri duri cilik sing ora ana artinne. Maka, panjatna segala pujian karo Gusti Alloh atas kabeh kebaikanNya kue, bersyukurlah kepadaNya, atas kabeh sing wis diwekna go koe, bersabarlah atas apa sing wis di jukut nang Gusti Alloh, dan yakinni bae kemuliaane koe karo wong wong sing kena musibah
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan bermacam macam cobaan”. NB> nek ora salah surat kue ana nang Al Quran, tapi inyong kelalen jeneng suratte karo ayate
Bahasa Indonesianya kayak gini. . .
Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para Penerima Cobaan!
Tengoklah kanan kiri, tidakkah Anda menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapat cobaan, dan betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana? Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata. Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka Anda bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan Anda tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan orang lain. Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.
Berapa banyak orang yang dipenjara selama bertahun-tahun tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun, dan ia hanya mengenal jeruji'jeruji selnya.
Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang masih belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan.
Betapa banyaknya di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup. Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu Anda untuk menyadari bahwasanya kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penghuninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi reruntuhan. Mungkin saat ini kekuatan masih prima, badan masih sehat, harta melimpah, dan keturunan banyak jumlahnya. Namun dalam hitungan
hari saja semuanya bisa berubah: jatuh miskin, kematian datang secara tibatiba, perpisahan yang tak bisa dihindarkan, dan sakit yang tiba-tiba menyerang. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebagaimana kesiapan seekor unta berpengalaman yang akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara. Bandingkan penderitaan Anda dengan penderitaan orang-orang di sekitar Anda dan orang-orang sebelum Anda, niscaya Anda akan sadar bahwa Anda sebenarnya lebih beruntung dibanding mereka. Bahkan, Anda akan merasakan bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri kecil yang tak ada artinya. Maka, panjatkan segala pujian kepada Allah atas semua kebaikan-Nya itu, bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang diberikankepada Anda, bersabarlah atas semua yang diambil-Nya, dan yakinilah kemuliaan Anda bersama orang-orang menderita di sekitar Anda.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan bermacam macam cobaan”. NB> kalo gag salah kalimat itu ada di Al Quran, tapi ak gag inget surat dan ayatnya
1 komentar:
siap juragan......kesuwun pesan2 ne...:p
Posting Komentar